Kategori
TUGAS-TUGAS

Normalisasi Database

Normalisasi diartikan sebagai suatu teknik yang menstrukturkan atau mendekomposisi atau memecah data menggunakan cara–cara tertentu untuk mencegah timbulnya permasalahan pengolahan data dalam basis data. Permasalahan yang dimaksud adalah berkaitan dengan penyimpangan– penyimpangan ( anomalies ) yang terjadi akibat adanya kerangkapan data dalam relasi dan inefisiensi pengolahan. Proses normalisasi akan menghasilkan relasi yang optimal, yaitu :

a. Memiliki struktur record yang mudah untuk dimengerti.

b. Memiliki struktur record yang sederhana dalam pemeliharaan.

c. Memiliki struktur record yang mudah untuk ditampilkan kembali untuk memenuhi kebutuhan pemakai.

d. Minimalisasi kerangkapan data guna meningkatkan kinerja sistem. Dalam pendekatan normalisasi, perancangan basis data bertitik tolak dari situasi nyata. Ia telah memiliki item–item data yang siap ditempatkan dalam baris dan kolom pada tabel–tabel relasional

Sementara pendekatan model data ER lebih tepat dilakukan jika yang diketahui baru prinsip sistem secara keseluruhan. Pada penerapannya dua pendekatan tersebut dilakukan secara bersama– sama dan, berganti–ganti. Untuk kepentingan evaluasi dan dokumentasi, hasil normalisasi diwujudkan dalam sebuah model data. Model data yang sudah jadi tersebut bisa saja dimodifikasi dengan pertimbangan tertentu. Selanjutnya Hasil modifikasinya diimplementasikan dalam bentuk sejumlah struktur tabel dalam sebuah basis data. Struktur ini dapat diuji kembali dengan menerapkan aturan– aturan normalisasi, hingga akhirnya diperoleh sebuah struktur basis data yang benar–benar efektif dan efisien. Begitulah kedua pendekatan dapat saling memperkuat satu sama lain.

Tabel yang belum Ternormalisasi

Pada bentuk tidak normal terdapat repeating group (Pengulangan Group), sehingga pada kondisi ini data menjadi permasalahan dalam melakukan manipulasi data (insert, update, dan delete) atau biasa disebut anomali.

Tabel 1NF

Bentuk normalisasi pertama (1 NF) ini mempunyai ciri yaitu setiap data dibentuk file datar atau rata (flat file), data dibentuk dalam satu record demi satu record dan nilai-nilai dari field-field berupa nilai yang tidak dapat dibagi-bagi lagi.

Tabel 2NF

Bentuk normal kedua ini mempunyai syarat yaitu bentuk data yang telah memenuhi kriteria bentuk normal pertama.
Atribut bukan kunci haruslah bergantung secara fungsional pada kunci utama (primary key), sehingga untuk membentuk normal kedua haruslah sudah ditentukan kunci-kunci field.

Tabel 3NF

Bentuk normal ketiga (3 NF) ini relasi haruslah dalam bentuk normal kedua dan semua atribut bukan kunci utama tidak punya hubungan transitif.
Artinya setiap atribut bukan kunci harus bergantung hanya pada primary key secara keseluruhan, dan bentuk normalisasi ketiga sudah didapat tabel yang optimal.

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai